Cara Ternak Puyuh Tanpa Bau yang Cocok Untuk Pemula

Posted on

Bagi Anda pemula yang tertarik untuk ternak puyuh dan tidak ingin meninggalkan bau di kandang atau area dekat kandang puyuh, baiknya Anda harus simak tips ternak puyuh tanpa bau berikut ini. Melalui cara ini ternak puyuh akan sangat mudah.

Yang paling penting bau feses puyuh tidak akan mengganggu lingkungan Anda. Cara ini bisa dilakukan pada ternak puyuh skala kecil atau besar. Anda bisa sesuaikan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mengenai bagaimana cara ternak ayam puyuh untuk pemula, berikut informasinya untuk Anda. Lets check these out!

Cara Ternak Puyuh Untuk Pemula

Siapkan lokasi yang tepat

Cara ternak puyuh pemula yang pertama dan menjadi hal yang utama untuk Anda perhatikan adalah menentukan lokasi yang tepat. Jadi jangan sampai salah pilih dalam penentuan lokasi. Pastikan lokasi kandang jauh dari pemukiman karena jika lokasinya terlalu dekat dengan pemukiman baunya bisa sampai di rumah warga dan mengganggu.

Lokasi yang jauh dari pemukiman selain mencegah baunya ke area pemukiman, juga berdampak pada psikologi burung puyuh karena kebanyakan burung puyuh akan stress jika berada di lokasi dekat dengan pemukiman penduduk yang cenderung ramai.

Siapkan kandang

Untuk membuat kandang, Anda harus siapkan ukuran yang tepat. Ukuran kandang yang tepat adalah 2 x 0,5 meter dengan jumlah 5 lantai dan setiap lantainya bisa diberikan suatu penghalang yang dapat terbuat dari triplek untuk menampung kotoran dari puyuh serta memudahkan peternak dalam membuang kotoran.

Kemudian di bagian dindingnya, bisa memanfaatkan jaring yang bahannya dari kawat untuk membuat sirkulasi udara pada area kandang ternak agar lebih baik. Kemudian jangan Anda lupa untuk membuat bagian kaki kandangnya agar bisa mencegah kandang puyuh terkena air atau lebih lembab.

Pemilihan bibit puyuh

Setelah persiapan kandang, selanjutnya yang Anda harus perhatikan adalah bagaimana cara memilih bibit yang tepat. Jangan sampai Anda memilih bibit secara asal – asalan. Terlebih jika Anda baru memulai dan belum punya pengalaman dalam penentuan bibit, Anda bisa ajak orang lain yang lebih mengerti dan paham untuk memilih bibit.

Karena seperti yang Anda tahu bahwa kualitas bibit akan menjadi penentu kualitas ternaknya. Anda harus paham bahwa bibit yang bagus akan mendorong produksi telur secara maksimal dan berkualitas. Baiknya Anda pilih bibit dalam masa produktif yang umurnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Pilih bibit dengan umur sekitar 3 minggu karena umur akan sangat berpengaruh pada hasil produksinya. Anda harus menghindari bibit yang sudah tua karena bibit yang sudah tua menjadikan potensi produksi telur juga akan berkurang. Hasil ternaknya juga tidak akan terlalu bagus.

Sediakan tempat makan di kandang

Dalam penempatan pakan puyuh di kandang, perhatikan antara lubang dan tempat masuk kepala puyuh. Pastikan puyuh leluasa untuk mengambil makannya. Kemudian untuk tempat minum, letakkan minumnya di bagian samping untuk setiap 1 lantai kandang.

Ganti air minumnya sebanyak 1 hari sekali antara pagi dan sore hari. Kemudian untuk pemberian makan juga sama seperti pemberian minum yang bisa Anda lakukan di waktu pagi hari atau pun di moment sore hari.

Lakukan manajemen kotoran puyuh

Alas yang digunakan untuk menampung kotoran puyuh baiknya jangan menggunakan kantong karung atau goni. Melainkan Anda bisa gunakan triplek dengan ketebalan sekitar 6 mm. Nah, pengukuran tripleknya pun bisa Anda sesuaikan dengan kandang puyuh Anda.

Agar kotoran tidak bau, dalam cara ternak puyuh tanpa bau yang Anda harus terapkan adalah Anda perlu menaburkan bubuk kapur diatas triplek sebelum triplek digunakan. Kemudian pakannya perlu Anda campur dengan probiotik.

Untuk merknya sendiri, merk probiotik apa saja bisa jadi pilihan Anda. Selain itu, pembersihan kotoran puyuh juga perlu Anda perhatikan. Lakukan pembersihan kotoran agar tidak menimbulkan bau sekitar 3 sampai 4 hari sekali.

Itulah cara ternak puyuh tanpa bau yang bisa dijalankan pemula. Semoga informasi yang kami berikan diatas menjadi informasi yang bermanfaat dan selamat beternak! Semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *